Tips Memulai Investasi bagi Pemula

Sobat milenial sudah investasi belum? Tahu gak sih investasi itu penting loh untuk perencanaan finansial kita ke depan. Bagi yang belum mulai, berikut tipsnya :

#1 Mulai lebih awal

Semakin awal kita memulai, maka returnnya akan semakin bagus, karena adanya kekuatan bunga majemuk (compound interest). Mari kita lihat ya contohnya.

Misalnya nih, anda mulai investasi sejak umur 15 tahun dengan menabung Rp 1 juta / bulan dengan bunga 7%, maka saat berumur 30 tahun, hasil investasi anda sudah Rp 318 jutaan loh. Saat berumur 40 tahun? Sudah Rp 814 jutaan. Bandingkan deh jika anda baru mulai menabung pada usia 30 tahun, dimana anda menggandakan tabungan perbulannya menjadi Rp 2 juta / bulan saat berumur 30 tahun, maka pada saat berumur 40 tahun, uang anda hanya Rp 348 jutaan. Oke, bagaimana dengan Rp 3 juta / bulan (3x lipat) karena telat mulai? Uang pada saat berumur 40 tahun tersebut juga hanya Rp 522 jutaan. Masih kalah toh dibanding Rp 1 juta / bulan yang sudah dimulai jauh lebih awal? Ini belum seberapa jika di compound lagi sampai usia anda, katakanlah 50 tahun.

  • Rp 1 juta / bulan dari usia 15 tahun s/d 50 tahun = Rp 1.8 M (total yang ditabung = 420 juta ; return Rp 1.39 M)
  • Rp 3 juta / bulan dari usia 30 tahun s/d 50 tahun = Rp 1.5 M (total yang ditabung = 720 juta ; return Rp 851 juta)

Nah, bisa dilihat perbandingannya, dengan memulai lebih telat maka jumlah tabungan yang anda sisihkan jauh lebih besar dengan return lebih kecil pula. Maka dari itu, waktu adalah sahabat terbaik investasi. Mulai saat ini juga ya.

Keuntungan lainnya dari memulai sejak dini adalah anda lebih toleran terhadap risiko. Jika anda berbuat kesalahan dan kehilangan uang anda pada usia muda, anda masih bisa belajar dan membangun kembali. Namun, jika anda sudah mempunyai tanggungan, maka toleran terhadap risiko jauh lebih ketat, dimana kehilangan investasi akan memiliki dampak terhadap keluarga anda.

Oleh karena itu, saran terbaik adalah mempunyai tabungan darurat dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi hidup selama 6 bulan – 1 tahun terlebih dahulu jika sudah berkeluarga. Beda hal nya jika anda masih belum mempunyai beban finansial. Dana darurat juga jauh lebih sedikit dan anda sendiri lebih fleksibel sehingga memberikan keuntungan bagi investasi anda. Selain itu, mental anda juga lebih kuat untuk memaksimalkan keuntungan (mungkin juga lebih high risk high gain). Makanya, penting banget mulai investasi sedini mungkin ya, terutama sebelum berkeluarga.

#2 Bayar Diri anda Terlebih Dahulu

Apa maksud dari bayar diri anda terlebih dahulu? Gini nih, sebagian besar orang yang menerima pendapatan setiap bulannya, terutama dalam bentuk gaji, biasanya hanya menabung atau berinvestasi jika ada sisanya di akhir bulan. Jadi semua pemasukkanya buat bayar-bayar tagihan dan belanja keperluan dulu. Boro-boro ada sisa, kebanyakan malahan nombok dan gesek kartu kredit kan. Lalu muncul pemikiran, ‘seandainya gaji saya lebih besar, maka saya bisa menyisihkan untuk investasi.’ Namun ironisnya, walaupun gaji sudah meningkat, biasanya habis juga sihh tanpa anda sadari, ntah bayar apa-apa aja kok tiba-tiba pengeluaran juga membesar. Inilah mengapa ada pepatah besarnya pengeluaran sebanding dengan pemasukan.

Coba baca buku The Richest Man in Babylon dan Rich Dad Poor Dad (ini 2 buku favorit saya soal finansial), kita akan selalu disarankan untuk membayar diri sendiri terlebih dahulu, alias menyisihkan sebagian pendapatan untuk pengembangan pundi pundi keuangan sendiri terlebih dahulu aka investasi. Lalu bagaimana jika pemasukan bulanan sudah gak cukup lagi buat pengeluaran bulanan anda, bagaimana mungkin bisa menyisihkan dulu untuk investasi?

Pertama, coba kalkulasi dulu sebenarnya berapa sih pengeluaran wajib anda setiap bulannya. Apakah memang pemasukan anda setiap bulannya tidak cukup atau karena anda sendiri cukup boros dengan membeli hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan? Untuk case pertama, maka berarti anda harus mencari pemasukan tambahan agar cashflow anda positif, barulah anda bisa mengatur tips membayar diri anda terlebih dahulu. Namun untuk case kedua, solusinya ya itu : bayar diri anda terlebih dahulu. Biasanya sih ini penyakit ketidakdisiplinan : membeli barang karena keinginan bukan karena kebutuhan, atau membayar hal-hal yang tidak diperlukan karena mindsetnya masih ada uang kok. Jadi kalau anda sudah menyisihkan aterlebih dahulu sekian persen untuk investasi, ya pengeluaran yang tidak perlu itu dapat otomatis ditekan toh.

Berapa persentase yang wajar untuk investasi? Jika pemasukan anda pas-pasan, dapat dimulai dari minimal 10% dulu. Nantinya jika pemasukan anda sudah lebih besar, dapat menyisihkan lebih banyak, misalnya 20%-30%.

#3 Investasi pada Diri Sendiri Terlebih Dahulu

Jika poin sebelumnya adalah bayar diri sendiri terlebih dahulu, maka poin ini adalah investasi ke diri sendiri terlebih dahulu juga, alias investasi leher ke atas (pengetahuan, pengembangan skill yang dibutuhkan, kepercayaan diri, mindset, dan sebagainya). Dengan memahami dan menguasai apa yang anda investasikan, maka risiko pun dapat diminimalisir dan return akan meningkat. Menurut Warren Buffett, risiko datang dari ketidaktahuan atas apa yang dilakukan. Oleh karena itu, investasi terbaik yang bisa anda lakukan pertama kali adalah diri sendiri dulu.

#4 Investasi pada Bisnis Anda

Anda mempunyai kendali penuh atas bisnis anda, sehingga bisnis dapat memberikan potensi return yang lebih tinggi. Mulailah membangun beberapa arus pendapatan, termasuk bisnis anda. Investasi pada aset kertas termasuk aset kertas yang merupakan investasi pasif, sedangkan investasi pada bisnis anda sendiri tentunya merupakan investasi aktif, dimana anda harus memiliki skill untuk menjalankannya. Namun, seiring peningkatan skill anda, maka risiko juga menjadi lebih minim dan dengan pengelolaan yang baik, bisnis memberikan return yang jauh lebih tinggi dibandingkan investasi pasif.

Untuk mulai berinvestasi dan membangun bisnis anda, kembali lagi ke poin 3, investasi pada diri sendiri terlebih dahulu, terutama skill-skill yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis anda.

#5 Investasi Jangka Panjang

Semakin panjang jangka waktu investasi anda, sebenarnya semakin rendah risiko. Coba perhatikan indeks harga saham (IHSG). Dalam jangka pendek, market akan berfluktuatif naik turun, namun dalam jangka panjang tren nya selalu naik. Market mungkin tiba-tiba crash, namun akan kembali naik lagi akhirnya. Tetapi anda harus memastikan saham yang anda investasikan tersebut memiliki perusahaan yang jelas.

Keuntungan lainnya dari investasi jangka panjang adalah kekuatan compound interest, seperti yang telah dibahas pada poin pertama. Waktu adalah teman terbaiknya investasi. Melihat contoh pada poin pertama, walaupun nominal per bulan yang anda tabung lebih sedikit, namun memiliki return yang lebih besar daripada nominal per bulan yang lebih besar namun dengan waktu yang lebih singkat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *