Prediksi US Dollar Crash oleh Ray Dalio

Tentu sobat-sobat milenial semua tahu bahwa dollar saat ini merupakan mata uang terkuat, bahkan disebut sebagai safe haven. Meskipun demikian, banyak tokoh keuangan seperti Robert Kiyosaki dan Ray Dalio memprediksi bahwa US dollar akan jatuh menjadi tidak bernilai. Bagaimana prediksi Ray Dalio mengenai kejatuhan US Dollar?

Sejarah Uang

Sebelumnya, kita ulas dulu ya sejarah uang sejak zaman dulu, yang terbadi menjadi beberapa tahap :

Tahap pertama, ketika belum ada uang kertas, transaksi di masyarakat dilakukan dengan sistem barter. Orang-orang menukarkan apa milik mereka dengan apa yang mereka butuhkan dari orang lain. Lama kelamaan, sistem barter pun berkembang ke komoditas tertentu sebagai alat tukar, dan terakhir berkembanglah ke emas sebagai alat tukar. Orang yang memiliki emas dapat menukarkan dengan apa pun yang diinginkan, dimana emas itu seperti uang fisik atau disebut dengan hard money.

Tahap kedua, ketika emas mulai dirasakan rempong untuk dibawa kemana-mana, orang mulai mengembangkan uang kertas yang berfungsi sebagai jaminan klaim atas emas. Jadi cukup dengan menggunakan uang kertas tersebut sebagai alat transaksi, dimana uang kertas tersebut dapat dicairkan dengan emas nantinya.

Tahap selanjutnya, yaitu tahap dimana ketika orang-orang mulai melakukan pinjam meminjam. Uang kertas ini berkembang menjadi uang kredit. Kemudian terjadilah krisis uang kredit ini, dimana karena peningkatan transaksi pinjaman yang besar mengakibatkan tidak ada cukup emas untuk membayar kembali semua pinjaman tersebut.

Di saat itulah, pada tahun 1971, presiden AS Nixon mengumumkan bahwa mata uang USD tidak lagi terikat dengan emas. Uang kertas yang merupakan jaminan atas emas tersebut pun berubah statusnya menjadi uang fiat, alias uang yang tidak didukung oleh aset riil apapun. Pemerintahan AS bebas mencetak uang sebanyak-banyaknya tanap dukungan emas lagi. Sejak saat itu, jumlah uang beredar semakin banyak, perekonomian berkembang pesat, dan begitu juga dengan utang.

Devaluasi Mata Uang

Saat ini jauh lebih banyak jumlah uang yang dicetak setiap tahunnya, terutama di US. Triliyunan demi triliyunan dollar terus dicetak dan memang terlihat ekonomi terus bertumbuh. Apalagi di era covid kemarin, paket stimulus besar-besaran terus digelontorkan untuk memicu perekonomian. Namun, apa yang terjadi dengan nilai mata uang US sebenarnya?

Akibat pencetakan uang terus menerus ini, mata uang USD terus turun nilainya. Hmm, kok bisa? Dijelaskan oleh Ray Dalio, barang yang jumlahnya terbatas tentu akan lebih mahal daripada barang yang jumlahnya tidak terbatas. Ketika dolar terus menerut dicetak dalam jumlah besar, maka nilainya akan terdevaluasi dibandingkan mata uang lainnya dan aset berharga. Apakah US dollar akan tetap menjadi reserve currency? Belum tentu. Pada suatu titik, sangat mungkin akan bergeser ke mata uang lain, seperti yang sudah pernah terjadi pada mata uang negara lain sebelumnya.

Nah, menurut Ray Dalio ini, akan tiba tahap evolusi uang selanjutnya, dimana orang-orang beralih kembali ke hard money, karena adanya devaluasi masal, terutama nilai USD tersebut, dimana orang-orang sudah tidak percaya lagi pada mata uang tersebut.

reserve currency vs gold

Nah, dari grafik di atas bisa kita lihat tuh bagaimana dari mulai mata uang negara Belanda yang dulunya paling berjaya akhirnya kehilangan nilainya sejak tahun 1800. Tentu teman-teman tahu ya Belanda menjajah negara kita selama 350 tahun. Ya, di kala itu Dutch Republic ini paling kuat. Setelah Belanda, bergeserlah ke Inggris, yang akhirnya juga mulai kehilangan nilainya sejak perang dunia. Begitu juga dengan USD mulai kehilangan nilainya ketika Presiden Nixon melepas dollar dari back up emas tahun 1970.

Bukan hanya Ray Dalio, saat ini Robert Kiyosaki juga aktif mengalihkan sebagian besar asetnya ke emas dan perak. Yang baru-baru ini disebut juga Bitcoin untuk hedging terhadap nilai USD.

Pergeseran Kekuatan Mata Uang

Sehubungan dengan jatuhnya nilai mata uang USD, mungkin mata uang terkuat nantinya akan digantikan oleh kompetitor terbesarnya saat ini, yaitu China. Hmm, China?? Berikut grafik yang menunjukkan peralihan kekuasaan mata uang dari era-era sebelumnya.

pergeseran kekuatan mata uang

Dari grafik di atas bisa dilihat tuh bagaimana pergeseran dari Netherland yang kehilangan kekuatannya, disalip oleh UK. Kemudian UK yang juga tergeser oleh US. Saat ini China sudah hampir menyalip US, dimana grafik China (warna merah) naik, dan grafik US (warna biru) mulai turun. Jadi Ray sudah memprediksi bahwa rising power selanjutnya adalah China.

Saran Investasi Ray Dalio

Terus apa yang harus dilakukan? Sebenarnya bagi kita warga negara Indonesia tidak perlu terlalu cemas, toh bukan penduduk US. Sekedar informasi oleh Ray Dalio bagi pemegang mata uang US alias penduduk US yaitu untuk mendiversifikasikan asetnya ke mata uang negara lain juga selain USD itu sendiri, serta mendiversifikasikan asetnya ke dalam emas dan perak. Selain itu, Ray Dalio sendiri juga membeli aset-aset di negara-negara lain (di luar US), seperti saham-saham perusahaan China dan properti di beberapa negara.

Dari saran Ray Dalio untuk penduduk US ini, bisa kita lihat bahwa ekonomi akan mulai bergeser ke Asia, dimana kekuatan pertama dari Eropa -> US -> Asia. Apa yang harus kita lakukan donk sebagai orang Asia? Asia, termasuk Indonesia, mempunyai ruang tumbuh yang besar. Pasar saham Indonesia juga mempunyai ruang tumbuh yang masih sangat besar. Properti di Indonesia juga masih murah bila dibandingkan dengan properti negara-negara Asia lainnya. Jadi, jika terjadi prosperity period selanjutnya, tentu memegang aset (properti, saham) dalam jangka panjang adalah pilihan yang cukup bijaksana. Namun, tentu disertai dengan hedging ke safe haven juga ya, karena kita harus berjaga-jaga seandainya terjadi crash. Bagaimanapun crash di US akan berdampak langsung terhadap IDR juga dalam jangka pendeknya. Bisa dilihat bahwa crash di pasar saham US berdampak pada bursa-bursa negara lainnya termasuk Indonesia (contohnya : krisis subprime mortgage 2008).

Apa yang bisa teman-teman lakukan sekarang untuk mempersiapkan diri menghadapi beragam macam krisis / crash? Tingkatkan kemampuan dan kecerdasan finansial teman-teman tentunya.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *