4 Langkah Dasar Membangun Kekayaan

tips membangun kekayaan

Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan secara langsung, namun uang bisa membeli banyak hal yang bisa membuat kita bahagia loh serta membuat momen-momen indah menjadi lebih indah lagi. Jadi menurut sobat milenial, apakah uang itu penting? Mempunyai banyak uang identik dengan kebebasan, yaitu kebebasan untuk investasi diri, kebebasan untuk menikmati hidup sepenuhnya, kebebasan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan baik untuk diri sendiri maupun keluarga, dan bahkan kebebasan untuk berbuat baik. Sayangnya, kebanyakan orang justru terlilit utang dan berjuang secara keuangan. Supaya teman-teman disini tidak terjebak secara keuangan, yuk simak 4 langkah strategis untuk meningkatkan keuangan dan membangun kekayaan berikut.

Berikut 4 langkah untuk mengubah kondisi finansial dan membangun kekayaan :

#1 Miliki Kendaraan untuk Menghasilkan Uang

Anda harus memiliki sebuah kendaraan untuk penghasilan aktif terlebih dahulu, baik itu pekerjaan atau bisnis. Kerjakan dulu apapun itu yang bisa menghasilkan uang dalam waktu cepat, tentunya asalkan halal ya. Setidaknya ada uang masuk untuk menunjang kebutuhan dasar dulu, baru deh anda bisa membereskan utang anda dan memikirkan langkah selanjutnya. Tanpa adanya pemasukan, maka utang anda akan semakin menumpuk.

#2 Belajar Mengelola Uang Anda

Jika anda tidak bisa mengelola uang anda secara efektif, maka hasilnya anda paling hanya akan hidup sedikit di atas rata-rata atau mungkin hanya rata-rata. Berikut 3 hal utama yang harus anda lakukan untuk mengelola keuangan anda :

i. Mulai pantau pemasukan dan pengeluaran anda

Memantau pemasukan dan pengeluaran akan meningkatkan kesadaran dalam hal menghabiskan uang, kemana aja uang tersebut dikeluarkan, dan apakah memang merupakan pengeluaran yang perlu dilakukan. Aktivitas ini juga akan memastikan bahwa anda menghabiskan uang lebih sedikit daripada yang dapat anda hasilkkan.

Pastikan pemasukan lebih besar daripada pengeluaran sehingga anda mempunyai aliran arus kas yang positif. Dengan demikian, anda akan mempunyai uang untuk disimpan dan diinvestasikan, serta tidak perlu mengambil utang untuk pengeluaran konsumtif.

ii. Lakukan budgeting

Setelah anda mengetahui berapa pemasukan dan pengeluaran bulanan wajib anda dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan dasar, maka anda dapat melakukan budgeting untuk menekan pengeluaran tersebut. Artinya, anda perlu mendowngrade gaya hidup anda supaya mempunyai lebih banyak uang untuk ditabung dan diinvestasikan. Ya, ini berarti pengorbanan jangka pendek untuk kemakmuran jangka panjang.

iii. Alokasikan Uang anda

Berikut tips untuk mengalokasikan pemasukan anda menurut T Harv Eker (bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan) :

  • 55% untuk kebutuhan hidup, yaitu biaya hidup sehari-hari, belanja kebutuhan pokok, pembayaran sewa tempat tinggal atau segala jenis cicilan (rumah / kendaraan). Kebanyakan orang mengalokasikan semuanya (100%) untuk pemenuhan kebutuhan hidup, baru sisanya ditabung (jika ada sisa). Ini merupakan cara yang salah, karena sering kali tidak ada sisa. Anda harus terlebih dahulu membaginya di awal dan mengalokasikan untuk berbagai jenis tabungan untuk dapat keluar dari ‘perlombaan tikus’.
  • 10% untuk tabungan darurat. Tabungan ini merupakan tabungan darurat yang dapat anda gunakan jika tiba-tiba anda sedang mengalami krisis keuangan. Tabungan jenis ini idealnya minimal 6-12 bulan dari biaya hidup bulanan anda.
  • 10% untuk investasi, untuk membangun aset yang akan membuat anda mencapai kebebasan finansial dan keluar dari ‘perlombaan tikus’.
  • 10% untuk biaya edukasi, yaitu investasi diri sendiri, pengembangan diri dan mempelajari skill-skill yang dibutuhkan. Bagaimana anda bisa mengubah hidup anda jika anda tidak mengembangkan diri anda? Tentu anda juga harus menginvestasikan waktu dan uang anda untuk belajar skill-skill dalam rangka menghasilkan lebih banyak uang atau membangun bisnis. Investasi leher ke atas seperti mengikuti seminar, pelatihan, belajar dari mentor akan membuat anda lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan.
  • 10% untuk bersenang-senang dan bersosialisasi. Bagaimanapun juga anda perlu melakukan hal-hal yang membuat anda senang / refreshing dan juga bersosialisasi untuk mengembangkan jaringan pertemanan anda. Semakin besar jaringan anda, maka semakin banyak pula kesempatan yang mungkin bisa anda peroleh.
  • 5% untuk amal. Dengan melatih diri untuk memberi dengan ikhlas, anda juga mengembangkan energi keberlimpahan dan rasa syukur di dalam diri anda, sehingga semakin banyak anda memberi, semakin banyak pula yang akan anda terima nantinya. Memberi dengan ikhlas juga membuat diri sendiri merasa bahagia.

Anda bisa mengubah persentase di atas sesuai dengan kebutuhan. Menurut saya sendiri, akan lebih bagus jika anda dapat menyisihkan 50% untuk kebutuhan hidup, dan 5% nya lagi untuk sedekah / amal. Bahkan akan lebih bagus lagi jika tabungan darurat anda telah terisi penuh, sehingga anda bisa mengalokasikannya untuk investasi.

#3 Investasi Diri Sendiri

Seperti yang sudah dibahas di atas, dimana kita harus mengalokasi sebagian pemasukan kita untuk edukasi, yaitu untuk investasi diri sendiri. Akan sulit untuk mengubah hidup jika kita tidak mengubah internal diri kita secara keseluruhan, alias tidak mengembangkan diri. Semakin banyak wawasan ilmu serta semakin tinggi kemampuan kita dalam melakukan sesuatu, maka semakin mudah kita dalam menghasilkan uang. Seperti kata Warren Buffett, “The best investment that you can make is in yourself.

Jadi, teruslah belajar, perluas wawasan, tingkatkan skill, maka anda akan menemukan lebih banyak peluang yang bisa anda kerjakan dan menghasilkan lebih banyak uang.

#4 Bangun Kekayaan

Terakhir, anda tentu perlu membangun aset untuk menghasilkan keberlimpahan finansial sehingga dapat mencapai kebebasan finansial, bisa dengan membangun bisnis ataupun dari investasi. Di era digital saat ini, bisnis online mungkin bisa menjadi alternatif yang memberikan keluwesan waktu dan tempat.

Pada prinsipnya, selalu ingat bahwa anda harus menghasilkan lebih banyak daripada yang anda keluarkan, sehingga dapat menginvestasikan selisihnya. Jangan terjebak pada cicilan konsumtif. Perluas wawasan dan tingkatkan skill keuangan anda supaya dapat berinvestasi dengan efektif. Selain itu, kembangkan juga kebiasaan-kebiasaan pemenang dalam rangka menghaisilkan lebih banyak uang.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *